Daftar orang keren:

Selasa, 24 Maret 2009

Pemilu ditambah sedikit filosofi = PEMILUSOFI

Eh ketemu lagi...
Long time no eksis...
maklumlah, global warming buat aku malas ngisi blog

Here we start :

Topik kali ini aku mau bahas ttg pemilu (grogi neeehhhh, secara ini pemilu perdana ku, hehe...). Sama kayak pemilu sebelumnya, katanya kali ini pemilu yang juga nuansa demokratisnya kental dan itu artinya rakyat menentukan siapa yang akan memimpin satu periode kedepan. Berarti siapapun yang terpilih jadi anggota legislatif dan presiden nantinya adalah murni hasil demokrasi.

Ssssstttt, tapi waktu dengar ceramah dosen tadi pagi aku jadi nyadar jelas kalau semua sistem pemilu yang dirancang begitu rumit ini, melupakan sebuah hal pentng. Dan dasar pemikiran postingan kali ini adalah hasil usahaku duduk manis dibangku kuliah, sambil mendengarkan curhatan sang bu dosen.

Oi,ngomong2 soal demokrasi, kayaknya aku juga dapat pengalaman ni. Saking bebasnya hak individu untuk berpendapat dan mengutarakan pendapatnya, sampek temen2 ku jadi bebas menilai aku atas apa yang sudah menjadi keputusanku. Tapi tenang, aku justru senang dengar yang kayak gitu. Itu artinya kalian mencoba menilai aku dan mencari tahu aku itu kayak gimana seeeehhh (ceileeeee.....pake acara cari tahu segala, udah jelas2 aku cowok. Apa perlu kutunjukin disini foto yang bisa yakinkan kalian kalau aku cowok???). Aku juga senang cz bisa nambah ilmu pengetahuanku. Soalnya kalian banyak juga ngeluarin kalimat2 yang bermakna semu (filosofi2an gitu deeehhhh). Sampek ribet juga menyederhanakan maksud n intinya.
But my brother and my sister, everything is my decision. Only me who can change my decision.

Haha...lanjut ke topik!!!!
Pie yooo, kok bisa2nya orang2 itu membuat konsep pemilu kali ini terasa sangat kompleks dan ribet. Padahal SDM yang ada didaerah belum tentu mampu melaksanakan sesuai dengan keinginan mereka. Sampek aku ngetik postingan ini aja, jujur aku belum tau jelas tentang cara2 pencontrengan nanti (eaealahhhh, kan pemilu perdanaku...). Proses sosialisasi aja sampek skarang belum maksimal. Memang sih ada sosialisasi
yang unik, pemerintah kerjasama dengan 10 operator untuk melakukan sosialisasi lewat SMS. Tapi cara itu tidak efektif, soalnya isi SMS-nya cuma dikit (yesss!!!aku udah dapat SMS-nya. Bangga nih), tapi bagaimana kalau ada masyarakat yang belum ngerti sama SMS sesingkat itu, mau nanyak ke siapa. Cara sosialisasi yang lain juga belum maksimal, padahal waktu tinggal secuil alias seupil. Masalah dari segi daftar pemilih tetap, lebih parah lagi, banyak versi yang berbeda2 dan juga banyak terjadi kecurangan (kayak Jawa Timur tuh, masak daftar jumlah pemilih tetap yang cuma 3,7-an juta, 25% diantaranya dipalsukan???). Dari segi logistik, waaahhhh lebih sukses lagi parahnya. Surat suara banyak yang rusak, disatu daerah ada yang bahkan sudah tercontreng. Belum lagi masalah kotak suara yang jumlahnya juga kurang. Di Sulawesi tuh sampek2 KPUD-nya mensosialisasikan cara membuat kotak suara dari karton, DARI KARTON!!!!!hahahahahaha.....demokrasi memang bebas berekspresi, sampek2 bebas nentuin bahan pembuatan kotak suara.

Tapi, walaupun semua masalah diatas nantinya bisa terselesaikan dalam waktu singkat ini (berdoalah kalian yang banyak!!!), masih ada satu masalah dasar dan penting. Yakni tidak adanya syarat yang jelas/ standar yang jelas untuk menjadi caleg. Tidak ada istilah Fit and Proper Test, buat mereka yang mau jadi Caleg, yang berguna untuk menyaring caleg yang nantinya benar2 bisa menjadi aspirator masyarakat.

Yang punya uang dan punya jiwa gambling lah yang bisa ikut. Maklumlah, untuk bisa mendapat angkot, eh salaaahhh, untuk bisa menjadi caleg dari parpol, tentu saja harus menghabiskan uang yang waaahhhh, udah gitu biaya kampanye
juga lebih waaah lagiiiii. Nah pertanyaannya : kalau ada orang yang perduli sama kejujuran (kayak AKU ini), tapi gk punya modal, pie??? Jawabannya mudah, buanglah cita-citamu untuk jadi caleg atau banyak2 lah berdoa, kalau tidak silahkan bobol BANK INDONESIA.

Kalau sudah gini ceritanya, pasti anggota legislatif yang terpilih nanti lebih berfikir untuk gimana caranya mulangin MODAL. Dan sesuai filosofi yang aku tahu bahwa "tidak ada manusia yang mau rugi". Makanya, yang terpilih nanti sudah bisa ditebak bakalan tidak beres. Karna dari awal aja sudah tidak beres. Ujung2nya, sabar2 lah jadi warga negara yang tercinta ini.

Ada filosofi ni "walaupun hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri"

Tapi aku mending milih hujan air, soalnya gak enak aja kalo dijalan tiba-tiba datang hujan emas ato hujan batu. Masalahnya aku udah ditakdirkan Yang Diatas, kalo lagi jalan2 gitu pasti diguyur hujan.

Btw, habis PEMILU legislatif nanti penghuni rumah sakit jiwa bakal bertambah. Soalnya caleg yang gagal pasti stress, dan ada yang sampek gila juga. GILE LU NDRO!!!!
Hehe, aku ngomong gini karna tulang ku dulu juga pernah ngrasakan kayak gini. Untung ja gk sampek GILE LU NDRO...

CIIIIAAAAOOOO

0 komentar:

Posting Komentar

BERILAH KOMENTAR YANG WAJAR...