Halo....postingan keduaku dalam waktu yang bersamaan ni. Selamat membaca ya.
Berhubung sekarang lagi valentine, aku jadi tertarik untuk menulis sesuatu yang berbau "CINTA". Disini aku pengen nulis kalau ternyata selama ini pendapat William Shakespeare yang mengatakan "CINTA ITU BUTA" sudah tidak tepat lagi, karena baru-baru ini ada penelitian dari seorang Profesor asal Inggris yang sedikit banyak mematahkan pendapat tersebut.
Sebelum membahas hasil penelitian dari sang profesor, aku mau mencoba menjelaskan sedikit makna dari "CINTA ITU BUTA". Menurutku CINTA ITU DIKATAKAN BUTA karena :
- Kita tidak sadar sejak kapan kita mulai punya perasaan cinta terhadap orang yang kita sukai.
- Kalau sudah jatuh cinta, kita selalu ingin berada didekat orang yang kita sukai, selalu memikirkan dia, pengen selalu memandang kearah dia, pengen selalu berkomunikasi dengan dia. Pengen apa saja yang bisa membuat anda dan dia berasa memiliki dunia ini.
- Kalau sudah jatuh cinta, tidak akan ada lagi ada istilah usia, status sosial, bahkan yang paling estrim cinta tidak memandang jenis kelamin (gender).
- Perasaan cinta membuat kita selalu berfikir bahwa orang yang kita sukai seakan-akan tidak memilki kekurangan (dia adalah orang yang sempurna bagi kita).
- Cinta akan membuat kehidupan yang dijalani terasa lebih berwarna, kita tidak peduli terhadap kondisi sekitar kita.
- Cinta membuat kita merasa nyaman ketika berada didekat orang yang kita sukai.
Itu tadi pendapatku mengenai CINTA BUTA. Dan setelah membaca kalimat-kalimat berikutnya, aku pengen tau apakah anda juga masih akan tetap berpendapat kalau "CINTA BUTA".
Sang profesor sangat penasaran terhadap perilaku orang2 saat jatuh cinta. Dia pengen tahu apa yang membuat orang menjadi "agak aneh" ketika merasakan cinta. Karena itu, dia mengumpulkan beberapa orang yang sedang jatuh cinta dan meneliti sistem kerja otak mereka (jangan salah nangkap ya, otaknya bukan diutak-atik/dioperasi, tapi diteliti dengan tehnologi "MRI" yang mirip "RONTGEN" => dibaca "RONSEN").
Hasil penelitiannya, ternyata saat kita sedang jatuh cinta, hanya ada 4 sampai 5 sistem otak kita yang bekerja. Sedangkan sebagian besar sistem otak yang lain tidak bekerja secara maksimal. Kemudian dia menjelaskan bahwa hal itulah yang menyebabkan saat kita jatuh cinta, kita selalu berfikir bahwa orang yang kita sukai tidak memiliki kekurangan sedikitpun alias sempurna,
kita menjadi kurang perduli terhadap kondisi sekitar karena kepedulian kita hanya tertuju buat dia, dan kita tidak akan memikirkan istilah perbedaan usia, usia yang sudah terlalu tua untuk jatuh cinta lagi (khusus bagi yang sudah lansia), kita tidak memikirkan keluarga. YANG JELAS OTAK KITA HANYA BISA MEMIKIRKAN TENTANG DIA.
Dari hasil penelitiannya kemudian aku sendiri jadi melepaskan diri dari ajaran "CINTA ITU BUTA". Aku mau membuat ajaran baru tentang "CINTA MEMBUAT DAYA PIKIR BERKURANG".
AKu sih tidak menyalahkan pendapat Shakespeare, maklumlah dulukan belum ada tehnologi canggih yang bisa meneliti daya kerja otak.
Bagaimana dengan anda??apa masih tetap berpendapat bahwa CINTA ITU BUTA????
Udah aja ya....aku udah bosan ngetik.
CIAAAAOOOOOOO.....
Kita bisa Indonesia bisa on 26th Sea Games jkt-palembang
14 tahun yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar
BERILAH KOMENTAR YANG WAJAR...